Penyesalan yang tak Berkesudahan

Diposting oleh Fatim Selasa, 31 Juli 2012

Genap setahun sudah perpisahan ini, tapipenyesalan tak kunjung jua berakhir. Selalu saja teringat kenangan manis saat bersamamu, kenangan manis yang memang tak pantas untuk kulupakan. Andai saja aku menyadari betapa kehadiranmu sangatlah berati dan tak akan ada yang mampu menggantikannya, mungkin tak kan kulakukan kesalahan itu. Kalau sudah begini, tinggal aku sendiri dalam penyesalan tak berujung, hidup terasa hampa dan tak berarti. Sementara mereka yang punya andil dalam keputusan salahku tampak acuh tak acuh dengan keadaanku sekarang.
Kau memutuskan untuk bercerai denganku, karena kau tak sanggup lagi hidup bersamaku yang hanya bisa menuntut dan terlalu cemburu. Aku selalu ingin kau melakukan apapun sesuai kehendakku. Ini semua karena aku pun dituntut keluarga besarku untuk mengatur hidupmu. Di mata mereka kau memang kurang dihargai, hanya karena kau bukan keturunan ningrat, berbeda dengan kami. Dulu mereka memang dengan berat hati menyetujui pernikahan kita. Dan ternyata, setelah kita menikah pun mereka tetap saja mengomporiku untuk menyetir hidupmu. Mereka bilang bahwa jangan sampai kau tidak hormat padaku.
Aku khilaf, kalau kau adalah lelaki yang punya hati, punya perasaan. Kesabaranmu atas keadaan ini akhirnya diakhiri dengan menggugat cerai aku. Kau memberikanku kesempatan tuk mendapatkan lelaki terbaik sesuai dengan keinginanku dan keluarga besarku. Tekadmu telah sangat bulat untuk menceraikanku. Keluargaku menyambut gembira, sementara aku bagai tersambar petir di siang bolong. Aku sama sekali tak menduga kau berani melakukan hal ini. Padahal sesungguhnya aku masih cinta dan akan selalu cinta.
Selang beberapa bulan setelah perceraian itu aku menikah dengan lelaki bangsawan seorang anak anggota Dewan. Tapi pernikahanku hanya bertahan sebulan. Benar katamu dulu bahwa tak akan ada lelaki lain yang lebih mencintaiku selain kamu. Aku bagai pesakitan di dalam rumah megah dengan fasilitas mewah melimpah. Aku seringkali dicaci-maki, dikasari, tidak diperlakukan selayaknya istri. Aku berpikir, mungkin ini balasan atas dosa-dosaku terhadapmu.
Aku ingin sekali kembali padamu, tapi sayang kau kini telah menikah lagi. Aku sangat mengenal gadis yang kau nikahi itu. Dia adalah teman sekampusku dulu yang kini sukses menjadi wanita pengusaha tapi selalu tampil bersahaja. perempuan yang jauh lebih baik dari aku segala-galanya. Benar jika Allah memang adil, kau adalah lelaki baik maka kau pun mendapatkan perempuan baik, sedang aku hanya bisa semakin terpuruk dalam penyesalan. Andai bisa, aku mau meski dijadikan yang kedua asal kembali bisa hidup harmonis bersamamu.

Masa Lalu kelabu

Diposting oleh Fatim


Katanya jaman baru saja berubah, arus moderen telah menggerus susila penghuni dunia ini, namun entah kapan mulai berubah sebab setiap orang dari waktu ke waktu seingatku selalu mengatakan demikian “wah, jaman telah berubah!!”. Dahulu kala waktu aku masih kecil berlumur tanah bersimbuh lumpur di pematang sawah milik kakekdan neneku yang hanya sepetak asik menguping obrolan mereka yang bercerita tentang buyut moyangku yang menceritakan keadaan mereka ketika masih kecil, karena melihatku bermain-main seolah tanpa beban dan tetap riang mengingatkannya.
Dalam suka cita tiba-tiba mereka memelankan suara bicaranya tapi masih tetap bisa kudengar dan bercerita bahwa tetangga kakek dari buyut moyangku marah semarah marahnya ketika anak perempuanya hamil diluar nikah. Menghajar laki-laki yang menghamilinya lalu menikahkannya pada keesokan harinya, ironis memang.

Cahaya senja kemerahan di upuk barat. “Ayo, kita pulang sudah petang”, suara kakeku di sisi parit seraya membersihkan cangkul dan sesekali mengisap tembakau yang dibungkus daun aren yang dikeringkan sambil membuka tutup matanya yang sudah semakin rabun mengibaskan asap yang menyusuri bola matanya dan membuatnya seperti merem melak. Nenekku menyauti dan memasangkan baju lusuh pada tubuhku yang kurus agak kering tapi meski kerontang.
“Grib, sudah jangan kau teruskan”, suara memohon kakak sepupuku menggelitik telinga kiriku. Sama sekali tidak menyurutkanku meremas birahi mengoyak payudaranya menelusup terus kedalam jantungnya yang berdegup cepat menghembuskan suara mendesah yang semakin menggusur nafsu 

kelaki-lakian yang sangat normal ini. “Grib, aku masih sekolah gak mungkin aku mewujudkan cita-citaku untuk menjadi guru jika aku kau hamili”, seraya menutupi tubuhku yang belum sempat membuka baju dengan samping batik milik ibunya bekas mengais adik bungsunya yang sudah kelas tiga SD dan baru saja ditinggal ibunya meninggal akibat sakit yang menggerogoti sejak lama, sedangkan bapaknya yang berpangkat Kapten di salahsatu kesatuan ABRI hidup bahagia bersama istri mudanya di Bandung, dengan meninggalkan empat orang anaknya di sebuah desa kecil di kampungnya tempat dibesarkannya dulu.

Hampir tak bisa bicara untuk menjawab apa katanya, aku tetap menggerayangi tubuh indahnya dengan jilatan-jilatan mata yang membelalak menapaki sekujur tubuhnya yang harum sesekali menggigit kecil mulut manisnya yang tak berwarna di kegelapan. Rupanya perempuan itu hampir tidak bisa menolak perasaanya dan membalas dengan mempermainkan dan mengelus-elus bagian tubuhku dengan meremas-remas perasaanku yang sedang gamang.
Sekali lagi dia mengatakan padaku, “Grib, bagaimana kalau aku hamil akankah kau bertanggungjawab untuk masa depanku, kehidupanku, adik-adiku, dan semuanya?”. “Astaga!”. “Kenapa?”, sambung dia. 

Aku terhuyung lesu, kaget, agak-agak kesal, sekian jam aku memberdayakan dia sampai nyaris terpedaya tiba-tiba kesadaranku terusik suara desah di kamar sebelah tempat kakak perempuannya yang tidur ditemani kawan laki-laki yang juga tetanggaku dan telah sebulan menjadi kekasihnya. Aku tersadar tapi tak mampu berkata-kata sambil mengecup keningnya lalu kupeluk erat dia yang seakan enggan mengenakan lagi pakainnya yang sudah tertanggalkan dan hanya ditutupi samping panjang yang tak bisa menutupi seluruh tubuhnya.

“Grib, kenapa tidak kau lanjutkan?”. Ah dasar perempuan tadi tiada hentinya melarangku melanjutkan malam. “Tidak”, jawabku agak ragu. “Kenapa, kamu kehilangan selera atau aku tak menarik lagi bagimu?” lanjutnya menantangi. “Bukan begitu, aku terlalu sayang sama kamu”, jawabku agak ragu, menutupi hasratku yang sangat menggebu.

“Kenakan bajumu, De!”. Dia terdiam dan memalingkan mukanya seraya mengenakan pakaian dalamnya. “Aku, sangat mencintaimu”, suaraku agak parau berusaha merayunya. “ya”, jawabnya singkat. Sekali lagi kukecup keningnya, air mata membanjiri pipinya terasa asin dimulut ketika kuciumi pipinya setelah mengecup keningnya. Aku terus berceloteh panjang lebar tentang kejadian yang nyaris membunuh masa depan dia dan kau waktu itu, tapi dia terdiam seribu bahasa tubuhnya seolah kaku tak sekalipun membalas ribuan ciumanku yang kuhujamkan pada pipi dan bibirnya yang semakin hambar tanpa balas.

Adzan dari masjid agung desa memecah pagi buta berkumandang di kejauhan. Waktu menunjukan pukul 4.30 wib, aku berusaha melepaskan diri dari dekapannya yang tak henti-hentinya terisak pelan dengan cucuran air mata terus mengalir membanjiri ketiak kiriku yang tertindih kepalanya.
“Aku pulang sayang, besok kita teruskan cerita kita”. Tangisnya semakin jadi meski tak berhasil membangunkan kakaknya di kamar sebelah yang sejak terdengar suara desah berganti dengkuran tak terdengar lagi suara kesadaran. Lalu kutinggalkan rumahnya, semakin jauh semakin agak berlari tak kutolehkan mukaku kearahnya lagi.***

Tiga tahun berlalu dua tahun selepas SMA tersiar kabar dia melahirkan anak laki-laki hasil hubungan gelap dengan boss tempat dimana dia bekerja sebagai buruh pabrik. Tapi tak membuatku terlalu kaget dengan keadaanya yang tak berdaya dalam ketiadaan, kepapaan, sedang kebutuhan begitu memaksanya untuk berbuat demi mengais kasih sayang yang pernah terbuang dimasa sangat membutuhkannya dulu. Dosakah yang dia lakukan? Dosakah aku karena tak bisa membagi cinta sejati dengannya? Lalu siapa yang salah?

Kini dia telah menjadi seorang guru honorer di sebuah Sekolah Dasar di sudut sebuah kota kecil, hidup bersama seorang laki-laki yang empat tahun lebih muda sebagai ayah tiri anak laki-lakinya, mencoba menanggalkan kisah masa lalunya yang begitu mengenaskan. Semoga kamu bisa saudariku

Saat Cinta Tlah Terbagi

Diposting oleh Fatim


Nama ku chindy….aku remaja ingusan 19 tahun yang udah ngalamin cobaan2 yang aku rasa berat….singkat cerita nih,ayah aku tu seorang pengusaha sangkar burung yang sukses banget tapi di awal tahun 2006 beliau bangkrut,di khianatin sama teman kerjanya.MIRIS!!! setelah itu,beliau mencoba bangkit dari keterpurukannya dan mencoba tes buat jadi karyawan swasta.dan ternyata lolos.ayahku mulai bekerja menjadi kryawan sebuah kantor swasta dengan gaji yang lumayan banyak lah cukup buat hidup sehari2.tapi….setelah beliau bekerja di sana beliau jadi terlibat perselingkuhan,aku berkata begini karena aku menyaksikannya 

sendiri.singkat cerita juga ibu aku gak terima di perlakukan seperti itu,dan naas nya ibu ku malah membalas dengan perselingkuhan pula.beliau mulai berani jalan dengan teman laki2nya..bahkan aku pernah dengar dia masuk hotel dengan salah satu teman laki2nya.bisa di bayangin betapa hancurnya hati aku??sakitt banget kalo aku gak punya iman mungkin aku udah melakukan hal2 yang menyesatkan.tapi bersyukur aku masih bisa mengontrol diriku.intinya keluarga aku RUSAKKK 

Saat aku mengalami keterpurukan ku yang luar biasa ini seorang laki2 datang menawarkan kasihnya padaku,namanya vincent usianya 2 tahun di atasku.dia begitu sabar terhadapku….dan juga terhadap keluargaku.Kami mulai menjalin hubungan 1 oktober 2009jam 10:41…aku sangat mengingatnya.betapa bahagianya aku hari itu.Hari berganti hari,tahun berganti tahun tidak terasa hub kami sudah 2 tahun…banyak sekali ujian bagi hubungan kami ini.tapi semua itu mampu kami lewati karna besarya cinta kami.tapi tidak untuk masalah yang kali ini 

Yaaa…. Orang ke-3…sejak vincent pindah tempat kerja dia mulai berbeda.ada seorang cewek yang aku tahu namanya Tisya.awalnya Tisya yang ngejar2 vincent.setahu aku vincent ituorangnya gak mudah tertarik sama cewek tapi ternyata aku salah.suatu ketika aku membuka hape nya vincent ada beberapa sms dari Tisya
Tisya mesagge::Sayang abis ini aku melucur ke kafe tunggu aku ya sayang.lalu aku buka balasan sms vincent ke tisya aku berharap balasan itu tidak ada.tapi ternyata ada.aku buka pelan2… 

Vincent mesagge::Iya sayyanggkuuu aku tunggu ya..muach……Ya Tuhan kaget banget aku.aku tanya pelan2 sama vincent “sayang ini maksudnya apa??kok kamu manggilnya sayang2 sih ke tisya”aku lihat sorot mata gugup dari mata vincent.tapi dia mencoba menjawab setenang mungkin.”ya ampun kok bisa sih padahal aku gak bales sms dia lho sayang..ohh ini pasti ulahnya si Dikko,dia emang usil banget sayang suka baca2 sms aku gitu.beneran deh yank bukan aku yang balesin masa kamu gak percaya sih sama aku?”terpaksa aku mempercayainya.tapi tidak 100%..singkat cerita aku mulai menyelidiki hubungan mereka.dan ternyata memang benar mereka ada hubungan!! 

suatu ketika ada seorang cewe yang ngasih tau aku.kalo vincent sering ngasih cokelat ke tisya kalau tisya marah.padahal kalau aku yang marah vincent malah balik marah ke aku.merasa tidak adil,kenapa harus terjadi yang seperti ini apa kurangnya aku ke vincent.aku gak pernah nuntut macem2 sama vincent tapi kenapa dia bisa tega sama aku.lalu aku mulai add facebook teman2 kerja vincent.aku mau telusuri foto2 mereka dan ternyata banyak sekali foto mesra mereka,di kafe,mall,bahkan di pantai pun ada.bisa kalian bayangin kan gimana rasanya. 

Sabtu sore sepulang kerja aku ajak vincent ke taman buat bicaraain ini baik2.dan akhirnya vincent mengaku kalau memang dia menyayangi tisya,dia cinta sama tisya,dan gak bisa untuk lebih miilih salah satu antara aku/tisya.Vincent nangis dan memohon untuk di beri kesempatan.dia minta waktu untuk dia bisa melupakan Tisya.aku menurut saja karna aku sangat mencintai Vincent.Setiap malam aku berdoa buat hubungan ini.aku minta yang terbaik untuk hubungan aku dan Vincent.Tapi Tuhan menjawab lain.semakin hari vincent malah semakin berani dengan hubungannya bersama Tisya….Aku sering denger dari teman2ku kalau mereka bertemu vincent dan tisya di tempat2 umum berduaan.itu udah menunjukkan betapa beraninya mereka. 

tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa.Vincent tidak mau melepasku tapi aku tersiksa dengan keadaan seperti ini.lalu aku merenungi kejadian ini.semua kembali ke aku.Ayah dan ibuku saling mengkhianati dan berselingkuh…akhirnya anak yang jadi korban.mungkin seperti inilah perasaan suami/istri selingkuhan ayah dan ibuku.aku baru masa pacaran bagaimana dengan mereka yang sudah menikah dan mempunyai anak.betapa sakitnya hati mereka.kalau sudah seperti ini siapa yang harus di salahkan??Tidak ada!!semua terjadi dengan sendirinya.akan selalu begitu.dan saat ini aku memutuskan untuk keluar dari semuanya.lebih mendekatkan diriku pada Tuhan.berharap Tuhan pulihkan hidupku dan juga keluargaku.satu hal yang harus kita pegang HUKUM KARMA MASIH BERLAKU….. 

Brbuat baik pada siapa pun.dan menjaga kesetiaan itu penting.Aku sudah mengalaminya.pedih sekali,sekecil apapun perbuatan kita pasti ada balasannya…Tentang aku dan Vincent kami masih bersama tapi aku bertekad aku pasti keluar dari semua ini.hidup ku tidak hanya untuk menanti kesetiaan seorang playboy.karena aku percaya Tuhan sudah sediakan jodoh terbaik buat aku.ayah dan ibuku masih belum berubah.tetap pada perbuatannya….Tapi suatu saat mereka pasti sadar dan bisa menjadi orang Tua yang terbaik untukku dan adikku.kisahku mungkin sederhana.tapi aku berharap ini bisa menjadi inspirasi untuk orang di sekitarku….untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi…Amin

(Di ilhami dari kisah nyata cerita seorang sahabat ) 

*****
Ini adalah kisah tentang seseorang yang meninggalkan dan yang di tinggalkan ,
Yach , kisah yang mungkin tak biasa di ungkapkan dengan kata-kata , hemm
Rhisa masih asyik dengan buku diary nya , sambil melihat-lihat keindahan bintang di balik jendela kamarnya , entah kenapa ia tiba- tiba saja teringat peristiwa , 13 tahun silam , yang ,masih menyisakan luka hati yang paling dalam ,

Dulu , saat Rhisa masih SD , Rhisa punya teman , yach bisa di bilang sahabat lah , namanya Dhina .Hubungan mereka cukup dekat , bisa di bilang seperti saudara, berhubung umur Dhina lebih muda dari Rhisa , jadi  Dhina sudah Rhisa anggap seperti saudara sendiri ,

Segala susah dan senang mereka berbagi bersama , begitu juga dengan orang tua Rhisa yang sudah menganggap nya seperti anak sendiri , terutama ayah nya Rhisa. Ayah Rhisa begitu sangat menyayangi Dhina seperti beliau menyayangi anak nya Rhisa .

Tapi semua itu hanya sesaat , semua berubah menjadi perih yang sampai saat ini masih Rhisa rasakan , semua berawal saat ayah Rhisa sakit keras , saat itu Rhisa sedih sekali   , Rhisa butuh kehadiran Dhina di sisi nya , yach sekedar memberi semangat atau menghibur seperti apa yang Rhisa lakukan saat Dhina di marah ibunya . Dhina adalah satu-satunya orang yang Rhisa harapkan saat itu , tapi .sekalipun Dhina tidak pernah datang menemui Rhisa, apalagi untuk sekedar menjenguk ayah Rhisa , entah apa masalahnya sehingga ia begitu tega dengan Rhisa.

Hingga Ayah nya Rhisa mengehembuskan nafas terakhir , Dhina pun tidak muncul di hadapan Rhisa saat itu, Rhisa hanya menahan perih dan sedih sendirian, .

Seteleh tujuh hari pasca meninggalnya ayah nya , Rhisa pun mulai masuk sekolah ,meski hati masih di rundung duka , ia berharap dapat menemui  Dhina , hari ini dan meminta alas an tas perubahan sikap Dhina yang belakangan ini berubah drastis.  , tapi apa yang Rhisa dapat , sepatah kata pun Dhina tidak menyapa Rhisa ,walaupun sekedar untuk menanyakan kabar Rhisa , sehingga mau tidak mau Rhisa  pun nekat  untuk kerumah nya  minta penjelasan dari  Dhina TERLAMBAT ! ternyata Dhina sudah pindah rumah ,Rhisa juga tidak tahu dia pindah di mana sekarang , yang ada di benak Rhisa sekarang adalah sebenarnya apa yang terjadi , dan ini tidak adilrasanya buat Rhisa. Dhina sahabat Rhisa telah pergi .
  
Seiring berjalan nya waktu dan setelah sekian lama , tiba- tiba saja Rhisa  tidak sengaja bertemu dengannya di jalan,Dhina bersama dengan orang lain saat itu ,Rhisa pun mengejar nya sambil memanggil- manggil namanya , Dhina sempat menoleh kearah Rhisa , dan setelah itu ia pergi berlalu meninggalkan Rhisa. Rhisa pun lagi –lagi kehilangan jejak , Dhina sahabat nya itu , ia pun menangis , tiba- tiba muncul kebencian yang sangat luar biasa dalam dirinya. Dan ia pun berjanji pada diri nya sendiri ,
Mulai saat itu , Rhisa akan berhenti untuk mencari Dhina dan berhenti untuk meminta penjelasan lagi , habis sudah kesabaran Rhisa , yang ada hanya sebuah luka yang mendalam,. Pengalaman yang begitu menyakitkan membuat Rhisa tidak percaya lagi apa yang nama nya ‘SAHABAT “

.

Tanpa terasa air mata Rhisa  mengalir menetes membasahi buku diary nya, Rhisa pun cepat” mengusap air ,matany itu dan berlalu , hingga ia terlelap bersama mimpi –mimpi hingga mentari menyambut nya esok pagi . (Di adopsi dari cerita sahabat , sebuah kisah nya ).

JODOH, CINTA DAN HARTA

Diposting oleh Fatim

salah orang memperhitungkan harta dari orang yang akan menjadi suami atau isterinya, karena harta juga merupakan kebutuhan authority dan sekunder manusia. Nilai harta bukan pada jumlahnya tetapi pada dari mana dan untuk apa.

Jika orang memperoleh harta banyak dari usahanya yang halal, maka itu adalah karunia Tuhan, dan jika harta yang banyak itu digunakan untuk membuat kemaslahatan sebanyak-banyaknya bagi keluarga, masyarakat dan bangsa, maka itu adalah sebesar-besar ibadah. Oleh karena itu obsessi orang terhadap harta (ketika sedang berfikir, sedang melakukan penelitian, ketika sedang merintis) sudah bisa bermakna ibadah. Lahirnya ia seperti orang yang cinta harta, tetapi hakikatnya ia adalah orang yang sedang menggali anugerah Allah.

Selanjutnya ketika sudah berhasil menghimpun harta kekayaan, tantangannya adalah untuk apa harta itu, untuk memuaskan syahwat dirinya dengan foya-foya? untuk membangun kerajaan keluarga agar tujuh kerunannya sudah terjamin masa depannnya ? atau untuk memperbesar kemampuan membela kebenaran dan memeratakan kesejahteraan orang banyak ? Perilaku manusia juga dipengaruhi oleh pola konsumsi. Makanan yang bergizi akan berpengaruh positif pada kemampuan fisik dan mental, makanan yang kurang bergizi akan membuat orang lemah fisik dan bisa juga lemah mental. Demikian juga makanan yang halal akan membuat konsumennya memiliki etos halal dan mudah melakukan perbuatan yang halal , resisten terhadap perbuatan yang haram.

Sebaliknya makanan yang haram meski bergizi akan mendorong konsumennya mudah melakukan perbuatan haram. Kata Nabi dalam hadisnya, bahwa sepotong daging dalam tubuh kita yang berasal dari makanan haram akan mendorongnya pada perilaku yang menggiring kita ke neraka (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar). Kata nabi juga, syaitan itu berjalan dalam tubuh manusia mengikuti jalan peredaran darahnya. Artinya orang yang hidupnya dibesarkan oleh produk syaitan (kejahatan) maka ia akan selalu terseret pada perbuatan syaitan (kejahatan).

 Adalah keliru, mengharapkan kebahagiaan abadi dalam rumah tangga semata-mata mengandalkan kesejahteraan materi. Kebahagiaan materi akan menjadi kekokohan iman jika orang terlibat kerja keras dan halal ketika memperolehnya. Bekas orang miskin yang kemudian sukses menjadi orang kaya raya secara halal, ia akan menceriterakan kemiskinan masa lalunya dengan senyuman indah. Sebaliknya orang miskin yang dulunya adalah pewaris kekayaan besar tetapi kemudian bangkrut karena tidak memiliki etos kerja yang benar, maka ia dengan sedih dan pilu menceriterakan kejayaan masa lalunya. Keindahan rumah tangga adalah jika dari awal, pasangan suami isteri itu berkesempatan melewati tahap-tahap perjuangan hidup hingga sukses bersama.

Selanjutnya adalah kebahagiaan orang tua, jika sukses mewariskan etos kerja keras dan halal kepada anak-anaknya, bukan sekedar mewariskan hartanya yang banyak. Sudah barang tentu sungguh suatu keberuntungan, jika seorang wanita dilamar oleh laki-laki yang sholeh, sebagaimana sungguh beruntung seorang pemuda mendapatkan istri yang setia dan sholehah. Terus bisa sama-sama menjadi orang kaya dan berkah, membawa kebaikan dunia akhirat

PESAN TERAKHIR SEORANG ISTRI

Diposting oleh Fatim

Malam itu kehadirannya dengan kesendirian. Bersama sikecil duduk dipangkuannya. Di Rumah Amalia terdengar anak-anak Amalia sedang bershalawat. Lelaki muda itu matanya menerawang ke depan. Istrinya yang dicintainya telah pergi meninggalkan selamanya. Justru disaat cintanya semakin mendalam. Luka perih dihatinya tak tertahankan. Perasaan bersalah selalu menyelimuti dirinya. Dirinya masih teringat sewaktu pulang kerja, istrinya mengajak sholat berjamaah bersama suami dan sang buah hatinya. Istrinya selalu mengingatkan ‘Ayah jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.’ Seulas senyum istrinya sambil menatap wajahnya namun tak juga dimengerti. Malam mereka membaca al-Quran bersama. Bergantian membaca dan saling menyimak. Semuanya berlalu begitu cepat. Canda dan tawa menghiasi rumah. Kebahagiaan itu hadir membawa kedamaian hati. Pagi hari dirinya menemukan istrinya terpeleset saat mencuci. Tanpa berpikir panjang, bergegas membawa istrinya ke klinik terdekat. Sampai di klinik nyawa istrinya tak tertolong lagi. Air matanya mengalir tak tertahan. Begitu cepat istrinya meninggalkan dia pergi. Masih terngiang pesan terindah dari istrinya ‘Ayah, jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.’ Kata-kata itu terpatri dalam hatinya. Terbayang olehnya selama ini dirinya tidak bisa menjadi imam yang baik. Ditengah kesibukannya bekerja terkadang mengabaikan sholat. Perbuatan mengabaikan sholat itulah yang telah menyakiti hati istrinya. Begitu istrinya telah pergi selamanya dan tak akan pernah kembali, perasaan kehilangan menyelimuti dirinya. ‘Saya ikhlas Mas atas kepergian istri saya..pesan terindah dari istri saya seolah mengingatkan saya agar selalu menjadi Imam yang baik untuk anak saya dengan menjalankan sholat lima waktu.’ Ucapnya malam itu. Subhanallah.

Di balik semua ini

Diposting oleh Fatim

Panggil saja namaku monic,ini hanya sebagian dari kisah hidupku,terkadang aku berpkir msih adakah cinta untukku dr seorang laki2 yang aku cinta dan aku sayangi,dia biasa2 saja,dia tdk tampan,dia tdk kaya namun aku sadar cinta tak mengenal itu semua. Andai saja dia tahu berapa berharapnya aku ingin hdup berdmpingan selamanya dengannya,menghabskan hari2ku dengannya namun semua itu terjadi tdk seperti yang aku harapkan,cinta dan sayangku tdk seperti yang aku harapkan melainkan berakhir dg rasa sakit yang ia tingglkn Dengan berjalannya waktu aku semakin sadar bahwa dia egois,dan apapun yang aku lakukan selalu salah di mata dia,awalnya aku belajar tuk mengerti dia krn ku sadar manusia tdk ada yang sempurna karna ku sadar akupun jauh dari kesempurnaan krn ksempurnaan hanya milik allah semata Dan rencana aku menikah dengan dia yg sudah ada di depan matapun harus kandas,pdahal hub aku dengan dia akan menikah sudah di ketahui oleh orang tuaku,teman2ku dan tetangga2u,apa yang akan aku jwb ketika mereka bertanya kenapa aku tdk jadi menikah? Akupun harus siap dengan cibiran orang Pada saat aku ptus darinya aku menangis dan merasa tuhan tidak adil,kmudian aku isi hari2ku dg kesibukan yang positif,aku lebih dekat lagi dg allah yg selama ini sudah lama aku jauh darinya,di setiap shalatku tak hentinya aku meminta kepada allah untuk di berikan kesabaran utk menerima semuanya ini Dan dengan pertolongan allah lambat laun aku bisa menerima semua ini dan aku yakin allah telah menyiapkn jodoh untukku yang manpu membimbingku di jalan allah,dan aku sadar ini semua sudah kehendak allah,dan kini aku bisa tersenyum kembali meskipun tanpa dia bahkan sekarang aku bias jauh lebih baik tnpa dia,dan aku sadar cinta tak harus memiliki