Dalam suka cita tiba-tiba mereka memelankan suara bicaranya tapi masih tetap bisa kudengar dan bercerita bahwa tetangga kakek dari buyut moyangku marah semarah marahnya ketika anak perempuanya hamil diluar nikah. Menghajar laki-laki yang menghamilinya lalu menikahkannya pada keesokan harinya, ironis memang.
“Grib, sudah jangan kau teruskan”, suara memohon kakak sepupuku menggelitik telinga kiriku. Sama sekali tidak menyurutkanku meremas birahi mengoyak payudaranya menelusup terus kedalam jantungnya yang berdegup cepat menghembuskan suara mendesah yang semakin menggusur nafsu
Sekali lagi dia mengatakan padaku, “Grib, bagaimana kalau aku hamil akankah kau bertanggungjawab untuk masa depanku, kehidupanku, adik-adiku, dan semuanya?”. “Astaga!”. “Kenapa?”, sambung dia.
“Aku pulang sayang, besok kita teruskan cerita kita”. Tangisnya semakin jadi meski tak berhasil membangunkan kakaknya di kamar sebelah yang sejak terdengar suara desah berganti dengkuran tak terdengar lagi suara kesadaran. Lalu kutinggalkan rumahnya, semakin jauh semakin agak berlari tak kutolehkan mukaku kearahnya lagi.***
(Di ilhami dari kisah nyata cerita seorang sahabat )*****Ini adalah kisah tentang seseorang yang meninggalkan dan yang di tinggalkan ,Yach , kisah yang mungkin tak biasa di ungkapkan dengan kata-kata , hemm
Rhisa masih asyik dengan buku diary nya , sambil melihat-lihat keindahan bintang di balik jendela kamarnya , entah kenapa ia tiba- tiba saja teringat peristiwa , 13 tahun silam , yang ,masih menyisakan luka hati yang paling dalam ,
Dulu , saat Rhisa masih SD , Rhisa punya teman , yach bisa di bilang sahabat lah , namanya Dhina .Hubungan mereka cukup dekat , bisa di bilang seperti saudara, berhubung umur Dhina lebih muda dari Rhisa , jadi Dhina sudah Rhisa anggap seperti saudara sendiri ,
Segala susah dan senang mereka berbagi bersama , begitu juga dengan orang tua Rhisa yang sudah menganggap nya seperti anak sendiri , terutama ayah nya Rhisa. Ayah Rhisa begitu sangat menyayangi Dhina seperti beliau menyayangi anak nya Rhisa .
Tapi semua itu hanya sesaat , semua berubah menjadi perih yang sampai saat ini masih Rhisa rasakan , semua berawal saat ayah Rhisa sakit keras , saat itu Rhisa sedih sekali , Rhisa butuh kehadiran Dhina di sisi nya , yach sekedar memberi semangat atau menghibur seperti apa yang Rhisa lakukan saat Dhina di marah ibunya . Dhina adalah satu-satunya orang yang Rhisa harapkan saat itu , tapi .sekalipun Dhina tidak pernah datang menemui Rhisa, apalagi untuk sekedar menjenguk ayah Rhisa , entah apa masalahnya sehingga ia begitu tega dengan Rhisa.
Hingga Ayah nya Rhisa mengehembuskan nafas terakhir , Dhina pun tidak muncul di hadapan Rhisa saat itu, Rhisa hanya menahan perih dan sedih sendirian, .
Seteleh tujuh hari pasca meninggalnya ayah nya , Rhisa pun mulai masuk sekolah ,meski hati masih di rundung duka , ia berharap dapat menemui Dhina , hari ini dan meminta alas an tas perubahan sikap Dhina yang belakangan ini berubah drastis. , tapi apa yang Rhisa dapat , sepatah kata pun Dhina tidak menyapa Rhisa ,walaupun sekedar untuk menanyakan kabar Rhisa , sehingga mau tidak mau Rhisa pun nekat untuk kerumah nya minta penjelasan dari Dhina TERLAMBAT ! ternyata Dhina sudah pindah rumah ,Rhisa juga tidak tahu dia pindah di mana sekarang , yang ada di benak Rhisa sekarang adalah sebenarnya apa yang terjadi , dan ini tidak adilrasanya buat Rhisa. Dhina sahabat Rhisa telah pergi .
Seiring berjalan nya waktu dan setelah sekian lama , tiba- tiba saja Rhisa tidak sengaja bertemu dengannya di jalan,Dhina bersama dengan orang lain saat itu ,Rhisa pun mengejar nya sambil memanggil- manggil namanya , Dhina sempat menoleh kearah Rhisa , dan setelah itu ia pergi berlalu meninggalkan Rhisa. Rhisa pun lagi –lagi kehilangan jejak , Dhina sahabat nya itu , ia pun menangis , tiba- tiba muncul kebencian yang sangat luar biasa dalam dirinya. Dan ia pun berjanji pada diri nya sendiri ,Mulai saat itu , Rhisa akan berhenti untuk mencari Dhina dan berhenti untuk meminta penjelasan lagi , habis sudah kesabaran Rhisa , yang ada hanya sebuah luka yang mendalam,. Pengalaman yang begitu menyakitkan membuat Rhisa tidak percaya lagi apa yang nama nya ‘SAHABAT “
.Tanpa terasa air mata Rhisa mengalir menetes membasahi buku diary nya, Rhisa pun cepat” mengusap air ,matany itu dan berlalu , hingga ia terlelap bersama mimpi –mimpi hingga mentari menyambut nya esok pagi . (Di adopsi dari cerita sahabat , sebuah kisah nya ).
Jika orang memperoleh harta banyak dari usahanya yang halal, maka itu adalah karunia Tuhan, dan jika harta yang banyak itu digunakan untuk membuat kemaslahatan sebanyak-banyaknya bagi keluarga, masyarakat dan bangsa, maka itu adalah sebesar-besar ibadah. Oleh karena itu obsessi orang terhadap harta (ketika sedang berfikir, sedang melakukan penelitian, ketika sedang merintis) sudah bisa bermakna ibadah. Lahirnya ia seperti orang yang cinta harta, tetapi hakikatnya ia adalah orang yang sedang menggali anugerah Allah.
Selanjutnya ketika sudah berhasil menghimpun harta kekayaan, tantangannya adalah untuk apa harta itu, untuk memuaskan syahwat dirinya dengan foya-foya? untuk membangun kerajaan keluarga agar tujuh kerunannya sudah terjamin masa depannnya ? atau untuk memperbesar kemampuan membela kebenaran dan memeratakan kesejahteraan orang banyak ? Perilaku manusia juga dipengaruhi oleh pola konsumsi. Makanan yang bergizi akan berpengaruh positif pada kemampuan fisik dan mental, makanan yang kurang bergizi akan membuat orang lemah fisik dan bisa juga lemah mental. Demikian juga makanan yang halal akan membuat konsumennya memiliki etos halal dan mudah melakukan perbuatan yang halal , resisten terhadap perbuatan yang haram.
Sebaliknya makanan yang haram meski bergizi akan mendorong konsumennya mudah melakukan perbuatan haram. Kata Nabi dalam hadisnya, bahwa sepotong daging dalam tubuh kita yang berasal dari makanan haram akan mendorongnya pada perilaku yang menggiring kita ke neraka (qith`at al lahmi min al haram ahaqqu ila an nar). Kata nabi juga, syaitan itu berjalan dalam tubuh manusia mengikuti jalan peredaran darahnya. Artinya orang yang hidupnya dibesarkan oleh produk syaitan (kejahatan) maka ia akan selalu terseret pada perbuatan syaitan (kejahatan).
Adalah keliru, mengharapkan kebahagiaan abadi dalam rumah tangga semata-mata mengandalkan kesejahteraan materi. Kebahagiaan materi akan menjadi kekokohan iman jika orang terlibat kerja keras dan halal ketika memperolehnya. Bekas orang miskin yang kemudian sukses menjadi orang kaya raya secara halal, ia akan menceriterakan kemiskinan masa lalunya dengan senyuman indah. Sebaliknya orang miskin yang dulunya adalah pewaris kekayaan besar tetapi kemudian bangkrut karena tidak memiliki etos kerja yang benar, maka ia dengan sedih dan pilu menceriterakan kejayaan masa lalunya. Keindahan rumah tangga adalah jika dari awal, pasangan suami isteri itu berkesempatan melewati tahap-tahap perjuangan hidup hingga sukses bersama.
Selanjutnya adalah kebahagiaan orang tua, jika sukses mewariskan etos kerja keras dan halal kepada anak-anaknya, bukan sekedar mewariskan hartanya yang banyak. Sudah barang tentu sungguh suatu keberuntungan, jika seorang wanita dilamar oleh laki-laki yang sholeh, sebagaimana sungguh beruntung seorang pemuda mendapatkan istri yang setia dan sholehah. Terus bisa sama-sama menjadi orang kaya dan berkah, membawa kebaikan dunia akhirat
Malam itu kehadirannya dengan kesendirian. Bersama sikecil duduk dipangkuannya. Di Rumah Amalia terdengar anak-anak Amalia sedang bershalawat. Lelaki muda itu matanya menerawang ke depan. Istrinya yang dicintainya telah pergi meninggalkan selamanya. Justru disaat cintanya semakin mendalam. Luka perih dihatinya tak tertahankan. Perasaan bersalah selalu menyelimuti dirinya. Dirinya masih teringat sewaktu pulang kerja, istrinya mengajak sholat berjamaah bersama suami dan sang buah hatinya. Istrinya selalu mengingatkan ‘Ayah jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.’ Seulas senyum istrinya sambil menatap wajahnya namun tak juga dimengerti. Malam mereka membaca al-Quran bersama. Bergantian membaca dan saling menyimak. Semuanya berlalu begitu cepat. Canda dan tawa menghiasi rumah. Kebahagiaan itu hadir membawa kedamaian hati. Pagi hari dirinya menemukan istrinya terpeleset saat mencuci. Tanpa berpikir panjang, bergegas membawa istrinya ke klinik terdekat. Sampai di klinik nyawa istrinya tak tertolong lagi. Air matanya mengalir tak tertahan. Begitu cepat istrinya meninggalkan dia pergi. Masih terngiang pesan terindah dari istrinya ‘Ayah, jangan lupa sholat ya kalo mamah tidak ada.’ Kata-kata itu terpatri dalam hatinya. Terbayang olehnya selama ini dirinya tidak bisa menjadi imam yang baik. Ditengah kesibukannya bekerja terkadang mengabaikan sholat. Perbuatan mengabaikan sholat itulah yang telah menyakiti hati istrinya. Begitu istrinya telah pergi selamanya dan tak akan pernah kembali, perasaan kehilangan menyelimuti dirinya. ‘Saya ikhlas Mas atas kepergian istri saya..pesan terindah dari istri saya seolah mengingatkan saya agar selalu menjadi Imam yang baik untuk anak saya dengan menjalankan sholat lima waktu.’ Ucapnya malam itu. Subhanallah.
Panggil saja namaku monic,ini hanya sebagian dari kisah hidupku,terkadang aku berpkir msih adakah cinta untukku dr seorang laki2 yang aku cinta dan aku sayangi,dia biasa2 saja,dia tdk tampan,dia tdk kaya namun aku sadar cinta tak mengenal itu semua. Andai saja dia tahu berapa berharapnya aku ingin hdup berdmpingan selamanya dengannya,menghabskan hari2ku dengannya namun semua itu terjadi tdk seperti yang aku harapkan,cinta dan sayangku tdk seperti yang aku harapkan melainkan berakhir dg rasa sakit yang ia tingglkn Dengan berjalannya waktu aku semakin sadar bahwa dia egois,dan apapun yang aku lakukan selalu salah di mata dia,awalnya aku belajar tuk mengerti dia krn ku sadar manusia tdk ada yang sempurna karna ku sadar akupun jauh dari kesempurnaan krn ksempurnaan hanya milik allah semata Dan rencana aku menikah dengan dia yg sudah ada di depan matapun harus kandas,pdahal hub aku dengan dia akan menikah sudah di ketahui oleh orang tuaku,teman2ku dan tetangga2u,apa yang akan aku jwb ketika mereka bertanya kenapa aku tdk jadi menikah? Akupun harus siap dengan cibiran orang Pada saat aku ptus darinya aku menangis dan merasa tuhan tidak adil,kmudian aku isi hari2ku dg kesibukan yang positif,aku lebih dekat lagi dg allah yg selama ini sudah lama aku jauh darinya,di setiap shalatku tak hentinya aku meminta kepada allah untuk di berikan kesabaran utk menerima semuanya ini Dan dengan pertolongan allah lambat laun aku bisa menerima semua ini dan aku yakin allah telah menyiapkn jodoh untukku yang manpu membimbingku di jalan allah,dan aku sadar ini semua sudah kehendak allah,dan kini aku bisa tersenyum kembali meskipun tanpa dia bahkan sekarang aku bias jauh lebih baik tnpa dia,dan aku sadar cinta tak harus memiliki






